Aku cemburu pada waktu. Menderu biru. Ya, memang begitulah.
Kau mencumbunya, sedang aku berada di ujung kerinduan. Selangkah lagi aku akan terperosok dalam kehampaan.
Kau mencumbunya, sedang aku berada di ujung kerinduan. Selangkah lagi aku akan terperosok dalam kehampaan.
Aku cemburu pada waktu yang merebut hari terik dengan tetes hujan.
Aku cemburu pada waktu yang membulatkan bulan lalu menggantung di depan jendela. Sementara semua orang memuja jingganya.
Aku cemburu, menderu biru. Dan tak ada lagi lagu malam pelelap tidurku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar