Cinta paling raya sekalipun tak mampu menggantikan pasangan jiwa. Dan kini diam itu adalah rindu...
...
Kamis, 02 Januari 2014
Jumat, 13 Desember 2013
#35
Di ujung potongan terakhir cinta ini, yang kusimpan di dalam kotak es di persimpangan dulu...
Rasanya aku telah jauh berlari meninggalkanmu.
Berada diantara bisingnya harap dan mimpi hari.
Sayup-sayub seperti masih kudengar kau memanggilku.
Tapi kau tak tampak lagi.
Mungkin masih ada belenggu hati kita yang rapat terkunci
Hingga kau getarkan dada ini walau hanya dengan suara lirih.
Ingat janji ku, nantikan aku di ujung jalan itu, kita akan bertemu lagi.
Dalam keadaan yang lebih bahagia..
Dan jika saat itu tiba aku akan mengerti kembali arti rindu.
Minggu, 01 Desember 2013
#34
Mari sudahi saja menulis kisah kita. Titik ini adalah simpang terakhir dan kita akan menoreh kisah masing-masing. Waktu buta berjalan tak henti, hanya kitalah yang menanti.
Disini kutinggalkan kotak kenang kita. Kelak orang akan menemukan dan membacanya. Menerka akhir kita.
Namun bawalah senyum itu, bekal perjalanan yang mungkin akan panjang. Diujung jalan itu kepastian indah untuk kita.
Berjanjilah untuk lebih bahagia, ujung jalan itu mungkin pertemuan kita kembali, entah dalam keadaan apa, tapi pasti indah, seindah mimpi yang pernah kita miliki dulu.
Peluk.
Senin, 25 November 2013
#33
BALADA HATI DAN PIKIR
Teh hangat pagi ini masih menemani mereka yang enggan henti berdebat sejak semalam.
Mereka adalah kembar tak serupa. Tumbuh dan dewasa bersama dan menemukan hidup masing-masing.
Kali ini mereka berdebat kusir. Aku hanya tersenyum dan mencari jarak agar tampak jelas geliat mereka. Kali ini tak akan runyam. Kupercaya itu.
Rasa dan logika masih tak sejalan. Alibi-alibi penguatpun disampaikan. Sesekali mereka tertawa bersama, kemudian berpelukan.
Aku juga ikut terkekeh mengingat tak pentingnya masalah ini.
Debat pagi ini diakhiri dengan bertaruh. Masih dalam tawa, kami bertiga: hati, pikir dan jiwa.
Kali ini bukan tentangmu sayang, ini tentang komedi yang kami lihat dengan cara kami masing-masing. Entah kau juga akan tertawa jika dapat melihatnya.
Kali ini bukan tentangmu sayang, tapi kenang tentangmu masih tersimpan rapi. Kami mencoba berdamai saja.
Hangatnya teh pagi ini masih dengan sedikit gula.
Sabtu, 16 November 2013
#32
Pinjami aku senyummu sebagai kekuatan bagi hari-hariku. Hingga kau lihat senyumku adalah bagian dari hadirmu. Sepotong cinta bagi hidup damai. Sebentuk hati yang diam menerima kehendak takdir. Hidup tak akan sepahit kita pikir. Rentang tangan, peluk dari jauh. :)
Jumat, 15 November 2013
#31
Teh hangat pagi ini agak pekat, sepekat rindu yang sekuat hati kubuat bisu.
Kau tau, waktu berlalu dan menerbangkan jiwaku pada langit ketiga, sementara hati tertinggal di bumi. Menjelajah mencari nafasmu.
Doa-doa itu telah menerbangkanku setinggi awan, tak ingin lebih dari itu tanpamu. Sebab jika jatuh nanti tak akan ada yang menantiku.
Senandung pagi yang dingin ini untukmu, untuk kesekian kali tak mampu kebendung. Kubuntal rindu, kulempar bersama angin.
Kamis, 03 Oktober 2013
#30
Tenanglah tuan, tak ada murka itu. Sepercik cinta terlanjur luruh padamu. Ia mengalir ke samudra. Satu hari awan akan membawanya kembali padaku.
Tenanglah tuan, tak ada janji yang harus dilunasi. Tak ada dendam yang disemati, bahkan tak ada tanya dalam hati walau tak sepenuhnya mengerti.
Kenakan sayap itu, terbanglah pada cakrawamu.
Bagiku tanah inila surga kini. Tempat hujan mendendangkan rinainya pada satu musim. Dan aku akan menari di tengah gemuruh.
Entahlah jika kau masih diatas sana, meleburkan titik air ke bumi.