Jumat, 15 November 2013

#31

Teh hangat pagi ini agak pekat, sepekat rindu yang sekuat hati kubuat bisu.
Kau tau, waktu berlalu dan menerbangkan jiwaku pada langit ketiga, sementara hati tertinggal di bumi. Menjelajah mencari nafasmu.
Doa-doa itu telah menerbangkanku setinggi awan, tak ingin lebih dari itu tanpamu. Sebab jika jatuh nanti tak akan ada yang menantiku.

Senandung pagi yang dingin ini untukmu, untuk kesekian kali tak mampu kebendung. Kubuntal rindu, kulempar bersama angin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar