Senin, 25 November 2013

#33

BALADA HATI DAN PIKIR

Teh hangat pagi ini masih menemani mereka yang enggan henti berdebat sejak semalam.
Mereka adalah kembar tak serupa. Tumbuh dan dewasa bersama dan menemukan hidup masing-masing.

Kali ini mereka berdebat kusir. Aku hanya tersenyum dan mencari jarak agar tampak jelas geliat mereka. Kali ini tak akan runyam. Kupercaya itu.

Rasa dan logika masih tak sejalan. Alibi-alibi penguatpun disampaikan. Sesekali mereka tertawa bersama, kemudian berpelukan.

Aku juga ikut terkekeh mengingat tak pentingnya masalah ini.
Debat pagi ini diakhiri dengan bertaruh. Masih dalam tawa, kami bertiga: hati, pikir dan jiwa.

Kali ini bukan tentangmu sayang, ini tentang komedi yang kami lihat dengan cara kami masing-masing. Entah kau juga akan tertawa jika dapat melihatnya.
Kali ini bukan tentangmu sayang, tapi kenang tentangmu masih tersimpan rapi. Kami mencoba berdamai saja.

Hangatnya teh pagi ini masih dengan sedikit gula.

Sabtu, 16 November 2013

#32

Pinjami aku senyummu sebagai kekuatan bagi hari-hariku. Hingga kau lihat senyumku adalah bagian dari hadirmu. Sepotong cinta bagi hidup damai. Sebentuk hati yang diam menerima kehendak takdir. Hidup tak akan sepahit kita pikir. Rentang tangan, peluk dari jauh. :)

Jumat, 15 November 2013

#31

Teh hangat pagi ini agak pekat, sepekat rindu yang sekuat hati kubuat bisu.
Kau tau, waktu berlalu dan menerbangkan jiwaku pada langit ketiga, sementara hati tertinggal di bumi. Menjelajah mencari nafasmu.
Doa-doa itu telah menerbangkanku setinggi awan, tak ingin lebih dari itu tanpamu. Sebab jika jatuh nanti tak akan ada yang menantiku.

Senandung pagi yang dingin ini untukmu, untuk kesekian kali tak mampu kebendung. Kubuntal rindu, kulempar bersama angin.