Rabu, 17 April 2013

LAMUNAN PAGI DAN SECANGKIR TEH @melsunrise (3)


12
Malam dan keluh, kedua sahabat melafaz doa. Mencoba membebaskan pikir dari sekat pola. Meredam amarah dari luka. Mengendap benci jadi iklas. Tuhan sedang merentangkan tangan untuk memeluk kita. Mendekatlah... semua akan kembali ke wujud semula.

#13
Yang nampak lebih nyata dari kata, keduanya tidak lebih nyata rasa. Kekuatan hati dan keyakinan langkah, bersahabatlah..
#14
Menjelajah dimensi tak ternamai, menemukan bahwa hati memiliki logika sendiri, tak terbantahkan, maka menyerahlah.

#15
Senandung Bunga Rumput Liar seperti terdengar lagi dari kejauhan. Dibawa angin dari sebuah bukit, di sebidang kebun di tepi danau. Di sudut kebun  telah ditandur benih bunga matahari dan kelak kau akan menari diantara kekuning rekahnya pada 1 Juli, oleh Sang belahan jiwa, cinta yang sempurna. Anak-anak kecil bernyanyi bersamamu. Menelusuri telaga pada pagi yang damai.  Lalu kau mengalunkan lagi:”oh, jauh sekali rumahmu, kangen...rindu...”

Kemudian lamunanku beralih pada sebuah rumah kayu, dibalik bukit. Lelaki dan anak kecil tenga asik bermain layangan di belakangan rumah. Perempuan yang berkuasa atas dapur dan tungkunya memandang dengan senyum. “Sebentar lagi mereka akan mencuri tempe goreng ku...”
Lalu ia meninggalkan dapur sebentar. Mengintip dan ingin menangkap basah aksi mereka, lalu diakhiri dengan tawa bersama: “mari makan, sayang...”

surga... dimana kau berada?

tehpun kian dingin dalam lamunanku.

1 komentar:

  1. #15: Kangen Buruli... Lagi bermain sambil bernyanyi apa dia ya??

    BalasHapus