12
Malam dan keluh, kedua sahabat melafaz doa. Mencoba
membebaskan pikir dari sekat pola. Meredam amarah dari luka. Mengendap benci
jadi iklas. Tuhan sedang merentangkan tangan untuk memeluk kita. Mendekatlah...
semua akan kembali ke wujud semula.
#13
Yang nampak lebih nyata dari kata, keduanya tidak lebih nyata rasa. Kekuatan hati dan keyakinan langkah, bersahabatlah..
Yang nampak lebih nyata dari kata, keduanya tidak lebih nyata rasa. Kekuatan hati dan keyakinan langkah, bersahabatlah..
#14
Menjelajah dimensi tak ternamai, menemukan bahwa hati
memiliki logika sendiri, tak terbantahkan, maka menyerahlah.
#15
Senandung Bunga Rumput Liar seperti terdengar lagi dari
kejauhan. Dibawa angin dari sebuah bukit, di sebidang kebun di tepi danau. Di sudut kebun telah ditandur benih bunga matahari dan kelak kau akan menari diantara
kekuning rekahnya pada 1 Juli, oleh Sang belahan jiwa, cinta yang sempurna. Anak-anak
kecil bernyanyi bersamamu. Menelusuri telaga pada pagi yang damai. Lalu kau mengalunkan lagi:”oh, jauh sekali
rumahmu, kangen...rindu...”
Kemudian lamunanku beralih pada sebuah rumah kayu, dibalik
bukit. Lelaki dan anak kecil tenga asik bermain layangan di belakangan rumah. Perempuan
yang berkuasa atas dapur dan tungkunya memandang dengan senyum. “Sebentar lagi
mereka akan mencuri tempe goreng ku...”
Lalu ia meninggalkan dapur sebentar. Mengintip dan ingin
menangkap basah aksi mereka, lalu diakhiri dengan tawa bersama: “mari makan,
sayang...”
surga... dimana kau berada?
tehpun kian dingin dalam lamunanku.
surga... dimana kau berada?
tehpun kian dingin dalam lamunanku.
#15: Kangen Buruli... Lagi bermain sambil bernyanyi apa dia ya??
BalasHapus