Jumat, 12 April 2013

LAMUNAN PAGI DAN SECANGKIR TEH @melsunrise (2)


#5
Dan pagi tetap akan datang tanpa persetujuan kau yang enggan beranjak dari kemuraman. Janji matahari pasti setia sampai akhir dunia. Janji kitalah yang kerap bermain-main dengan nurani. Teh hangat pagi ini melesap manis,  mari rasakan setiap detiknya pagi yang padat ini.
#6
Yang menakjubkan adalah sapa “selamat pagi” betapa semangat itu menular dan membangunkan syaraf-syaraf untuk bersigap, lebih cepat. Selamat menjemput rejeki... J
#7
Malam adalah jembatan dan kita telah berada di awal hari.  Yang terendap kini terurai, yang gelap kini tersinari. Yang lelah kini bangkit lagi. yang muram harusnya berwarna lagi. secangkir teh hangat agak telat hari ini, masih menunggu tungku memanaskan air. Tapi senandung pagi tetap menggegaskan gerak. Mari lukis hari, hari ini mungkin akan jadi penting bagi catatan sejarah.
#8
Perempuan itu datang dan berkisah padaku, bagaimana ia bersandar pada semu. Pikirnya, mungkin saja satu waktu nanti kau berikan hatimu padanya. Jika waktu itu benar datang barulah ia pikirkan balas apa yang pantas untukmu. Kini biarlah semestanya bersandar pada semu. Membungkus luka-luka yang pernah ada. Melewati pagi dan malam tanpa harus bertanya.
#9
Dan rindu itu kembali bisu, seperti malam-malam yang membawa kita pada sunyi dan mimpi.
Dimanakah langit biru itu kini? Bukankah ia tak pernah gentar meski dihadang kelabu?

#10
Betapa doa-doa yang kau lafazkan siang dan malam sampai kesini, menambah asupan tenaga dan memberi keberanian untuk melangkah lagi. betapa hari tak akan sia-sia.
#11
Senandung pagi ini merentang kenang. Bercampur seperti  teh yang sedikit pahit dan manisnya madu dalam cangkir. Merasakan resapnya dengan hangat di tenggorokan. Merasakan hadirnya sisipan cerita satu babak baru...

2 komentar:

  1. Oi.. #8 kayaknya gw tau tuh... :D

    BalasHapus
  2. hahay, gue udah no mention, lo malah berusaha mention.. ga nanggung resiko ya :D

    BalasHapus