#5
Dan pagi tetap akan datang tanpa persetujuan kau yang enggan
beranjak dari kemuraman. Janji matahari pasti setia sampai akhir dunia. Janji
kitalah yang kerap bermain-main dengan nurani. Teh hangat pagi ini melesap
manis, mari rasakan setiap detiknya pagi
yang padat ini.
#6
Yang menakjubkan adalah sapa “selamat pagi” betapa semangat
itu menular dan membangunkan syaraf-syaraf untuk bersigap, lebih cepat. Selamat
menjemput rejeki... J
#7
Malam adalah jembatan dan kita telah berada di awal
hari. Yang terendap kini terurai, yang
gelap kini tersinari. Yang lelah kini bangkit lagi. yang muram harusnya
berwarna lagi. secangkir teh hangat agak telat hari ini, masih menunggu tungku
memanaskan air. Tapi senandung pagi tetap menggegaskan gerak. Mari lukis hari,
hari ini mungkin akan jadi penting bagi catatan sejarah.
#8
Perempuan itu datang dan berkisah padaku, bagaimana ia
bersandar pada semu. Pikirnya, mungkin saja satu waktu nanti kau berikan hatimu
padanya. Jika waktu itu benar datang barulah ia pikirkan balas apa yang pantas
untukmu. Kini biarlah semestanya bersandar pada semu. Membungkus luka-luka yang
pernah ada. Melewati pagi dan malam tanpa harus bertanya.
#9
Dan rindu itu kembali bisu, seperti malam-malam yang membawa
kita pada sunyi dan mimpi.
Dimanakah langit biru itu kini? Bukankah ia tak pernah
gentar meski dihadang kelabu?
#10
Betapa doa-doa yang kau lafazkan siang dan malam sampai
kesini, menambah asupan tenaga dan memberi keberanian untuk melangkah lagi.
betapa hari tak akan sia-sia.
#11
Senandung pagi ini merentang kenang. Bercampur seperti teh yang sedikit pahit dan manisnya madu dalam
cangkir. Merasakan resapnya dengan hangat di tenggorokan. Merasakan hadirnya
sisipan cerita satu babak baru...
Oi.. #8 kayaknya gw tau tuh... :D
BalasHapushahay, gue udah no mention, lo malah berusaha mention.. ga nanggung resiko ya :D
BalasHapus