Pagi ini misteri itu mengetuk lagi di pintuku. Ia membelai air mataku, Seraya berbisik: "tak harus kau tau tentang aku, karena tak akan mati rasamu. Tak harus kau mengerti jika tak mampu, karena luka terlalu perih, rasa terlalu dalam. Menarilah pada irama ganjil kemarau ini yang memberi harmoni baru. Lalu hentakkan inginmu pada doa-doa yang semakin menajam. Pada mata yang basah.
Tak harus kau tau tentang aku, tentang cinta yang entah bila berlabuh."
Ia melambai tangan, pergi tanpa menyentuh sajian teh hangatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar